Pengaruh Manajemen Laba Pada Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Latar  Belakang Masalah     

Perusahaan sangat berperan dalam perkembangan perekonomian di suatu negara. Salah  satunya dengan  melakukan  laporan keuangan sebagai sarana pengkomunikasian informasi keuangan  mengenai pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. 
Semakin besar suatu usaha bisnis, semakin dirasakan perlunya informasi akuntansi, baik untuk pertanggungjawaban maupun untuk dasar pengambilan keputusan. Oleh  karena itu profesi akuntan perlu mengatur cara-cara  pengujian informasi keuangan yang disusun oleh manajemen.

Menurut Bambang, 2006:19, agar laporan keuangan yang sudah diperiksa oleh akuntan publik dapat menjadi dasar pengambilan keputusan, dengan cara membuat kritaria pertlunya disclosure tertentu yang dapat mencakup semua perusahaan publik.. Dalam penyusunan laporan keuangan, dasar akrual dipilih karena  lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil, namun disisi lain pengguna dasar akrual dapat memberikan keleluasaan kepada pihak manajemen dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari aturan  standar akuntansi  keuangan yang berlaku.  Pilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih oleh manajemen untuk tujuan tertentu dikenal dengan sebutan manajemen laba atau earnings management.  

Wild, et al (2007 : 86) mengatakan earnings management sebagai “a purposeful ntervention by management in the earnings determination process, usually to satisfy selfish objectives.”  Apabila diterjemahkan adalah sebagai berikut:  “Manajemen laba merupakan suatu cara bagi manajemen untuk melakukan ntervensi dalam penentuan laba perusahaan. Manajemen laba biasa dilakukan untuk ujuan pribadi manajemen”. 

Manajemen laba dapat mengurangi  kredibilitas laporan keuangan apabila digunakan untuk pengambilan keputusan karena manajemen laba merupakan suatu bentuk manipulasi atas laporan keuangan yang menjadi sarana  komunikasi antara manajer dengan pihak eksternal perusahaan.

Manajemen laba yang sering dilakukan oleh manajemen perusahaan sangat mempengaruhi kualitas laba. Laba yang dihasilkan manajemen erat hubungannya dengan  decisiom usefullness  bagi pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Laba yang dilaporkan akan lebih baik jika diakui dan diukur dengan prinsip akuntansi  berterima umum dan digabungkan dengan implementasi keputusan.  

Dalam kaitannya dengan ukuran perusahaan, semakin besarnya perusahaan dan uasan usahanya, maka pemilik tidak bisa mengelola sendiri perusahaannya secara angsung sehingga inilah yang memicu munculnya masalah keagenan. Perusahaan yang besar kecenderungan melakukan tindakan manajemen labanya lebih kecil dibanding perusahaan yang ukurannya lebih kecil karena perusahaan besar dipandang ebih kritis oleh pemegang saham dan pihak luar.  


Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah 1.  Apakah manajemen laba, ukuran perusahaan (size), dan leverage berpengaruh pada tingkat pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan  manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
2.  Variabel manakah yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
 
Tujuan  Penelitian  Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah 
1.  Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor manajemen laba, ukuran perusahaan (size), dan  leverage  terhadap  tingkat pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2.  Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

 Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian diharapkan tidak hanya bagi peneliti, namun juga bagi investor dan peneliti lainnya.
1.  Bagi peneliti, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti sehingga dapat diperoleh gambaran lebih jelas mengenai kesesuaian di lapangan dengan teori yang ada.
2.  Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi atau masukan dalam pengambilan keputusan investasi.
3.  Bagi peneliti lainnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi di dalam melakukan penelitian sejenis.
  
Full Credit: Maya Rahmadani

0 komentar:

Poskan Komentar